Isnin, 21 Januari 2013

Betapa

Tuhan
Betapa dingin dakapan-mu
Sejak aku tak pernah lagi ke rumah-mu
Betapa kabur penglihatanku
Sejak cahaya-mu semakin redup
Pada setiap sudut pengembaraanku
Betapa sunyi pendengaranku
Sejak aku tak perduli
Suara orang-orang memanggil-mu
Tuhan
Betapa seluruh tubuhku luluh
Sebab mentari mengantarai jarak kita semakin jauh
Tuhan
Betapa aku tak mampu
Luput dari dakapan-mu
Sebab kini kumengerti
Dirumah-mu aku adalah tamu

Jumaat, 18 Januari 2013

Indahnya Kebesaranmu ya ALLAH

"Segala yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah); dan Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana"
(Surah al-Hadid ayat 1)
"Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana"
(Surah al-Hasyr ayat 1)
"Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(Surah as-Saf ayat 1)
"Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah Yang Menguasai (sekalian alam), Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."
(Surah al-Jumua' ayat 1)
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi MahaPengampun"
(Surah al-Isra' ayat 44)

Biarkan Bulan Bicara


Bulan sabit
Yang jatuh dipelataran
Bintang redup
Tanpa cahaya gemintang
Langkah tanpa arah
Sesat di jalan yang terang
Aku yang terlena dibuai pelukan dosa

Ingin pulang membalut luka hatimu
Ku pun tahu betapa pedih batinmu
Beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
Andai maaf pun tak kau berikan

Air mata tulus jatuh di sudut bibir mu
Tak terlintas dendam di bening mata indah mu
Aku yang merasa sangat berdosa pada mu
Masih pantaskah mendampingi mu

Biar lah bulan bicara sendiri
Biarlah bintang kan menjadi saksi
Tak kan ku ulangi walau sampai akhir nanti
Cukup derita sampai di sini


Khamis, 17 Januari 2013

Berhati-hati dalam setiap langkah


Kekadang kita kurang waspada akhirnya jadi begini..waduhhhh sakitnya...
 atuk-atuk nokuro lo ou gia mongintong-intong do ralan..nasansara no nokobobog..

Setiap langkah harus diiringi dengan waspada kerana kekadang malang tidak berbau yang akhirnya memakan diri sendiri, biar lambat asalkan selamat, kerana sesal kemudian tidak bermakna lagi...